Satu dari Empat AI Agent Perusahaan Jalan Tanpa Monitoring
Survei New Relic terhadap 2.575 pemimpin IT: 1 dari 4 AI agent enterprise berjalan tanpa observability, meski mampu mengubah kode dan infrastruktur secara otonom.
1 dari 4 AI agent perusahaan berjalan tanpa monitoring
Adopsi AI agent di lingkungan enterprise ternyata berlangsung lebih cepat daripada kemampuan perusahaan untuk mengawasinya. New Relic bersama Enterprise Technology Research — melalui jajak pendapat terhadap 2.575 pemimpin IT dan engineering untuk laporan 2026 Observability Forecast — menemukan bahwa 1 dari 4 AI agent berjalan tanpa monitoring di lingkungan enterprise.
Angka tersebut menjadi sumber risiko operasional yang nyata: agent yang tidak termonitor tetap bisa mengubah kode, konfigurasi, dan infrastruktur secara otonom, tanpa ada pihak yang mengetahui apa yang terjadi.
Implikasi bagi observability
- 8 dari 10 organisasi berencana menerapkan observability untuk aplikasi AI dalam 12 bulan ke depan.
- Jumlah rata-rata tool observability per organisasi kembali naik ke 5 pada 2026, setelah menyusut dari 6 (2024) ke 4,4 (2025) — lonjakan didorong oleh tool AI-specific baru.
- Menurut riset Enterprise Management Associates (EMA), 3 dari 4 organisasi IT enterprise memakai hingga 12 tool observability, dan 62% menyebut konsolidasi tool sebagai prioritas utama.
- Rata-rata biaya insiden dengan dampak tinggi yang terjadi dini hari turun dari $76 juta (2025) menjadi $73,5 juta (2026) — indikasi deteksi insiden yang makin cepat mulai memberi hasil.
“Anda akan mendapati hasil bisnis yang sangat spesifik yang menjadi target agent-agent ini — dan Anda harus bisa mengamatinya,” kata CEO New Relic, Ashan Willy, kepada CIO Dive. Menurutnya, posisi CIO saat ini serupa dengan masa awal internet dan era migrasi ke cloud: tantangan terbesarnya bukan teknologi, tetapi membuatnya benar-benar berfungsi.
Di sisi vendor, persaingan juga memanas. AWS baru saja meluncurkan Amazon CloudWatch Omni, konsol observability khusus untuk AI agent. Sebelumnya, Snowflake mengakuisisi Observe, dan Cisco menambahkan kemampuan agent observability ke Splunk.
Opini: Kesenjangan antara adopsi dan observability adalah masalah struktural: agent otonom yang dapat menulis file, mengeksekusi perintah, dan menyentuh infrastruktur membutuhkan lapisan pengamatan minimal — logging terpusat, alerting, dan audit trail — sebelum dibiarkan berjalan tanpa pengawasan. Tidak harus dalam bentuk platform enterprise; yang menentukan adalah disiplin. Yang mahal bukanlah tool-nya, melainkan situasi di mana tidak ada yang mengetahui apa yang dilakukan agent semalaman.