Agen yang Membangun Arena Latihannya Sendiri: Ketika Lingkungan, Bukan GPU, Jadi Hambatan
← back to articles
~/articles/agen-membangun-arena-latihannya-sendiri-ketika-lingkungan-jadi-hambatan.md
Article

Agen yang Membangun Arena Latihannya Sendiri: Ketika Lingkungan, Bukan GPU, Jadi Hambatan

Laporan teknis DeepSeek Elastic Compute memerinci infrastruktur tiga juta sandbox per hari untuk melatih agen — termasuk bagian paling jujur: daftar cara agen curang dan merusak sistem di dalam sandbox itu.

Agen yang Membangun Arena Latihannya Sendiri: Ketika Lingkungan, Bukan GPU, Jadi Hambatan

Selama beberapa tahun, percakapan tentang batas kemampuan AI selalu bermuara pada satu hal: jumlah GPU. Narasi itu mulai bergeser. Ketika model diminta bekerja sebagai agen — menulis kode, menjalankannya, membuka browser, memasang perangkat lunak, lalu mencoba lagi setelah gagal — yang menjadi kendala bukan lagi kapasitas berhitung, melainkan tempat agen itu berlatih.

Laporan teknis DeepSeek Elastic Compute (DSec) yang terbit di arXiv pada 19 September 2026 memberi gambaran konkret soal skala persoalan ini. Laporan itu ditulis oleh Jialiang Huang bersama 130 penulis lain, dan memerinci infrastruktur sandbox produksi yang dipakai untuk pelatihan agen skala besar.

Mengapa melatih agen berbeda dari melatih model bahasa

Melatih model bahasa pada dasarnya memberi makan data ke kluster GPU besar. Melatih agen jauh lebih berantakan. Agen membuka berkas, menjalankan perintah, mengubah konfigurasi sistem, dan mengulang proses sampai berhasil. Dijalankan di komputer biasa, ulahnya akan merusak sesuatu. Karena itu agen berlatih di dalam sandbox — komputer latihan yang terisolasi.

DSec menyediakan empat jenis sandbox melalui satu SDK, dari yang paling ringan sampai paling berat:

  • FnCall — menjalankan skrip singkat.
  • Container — untuk proyek kode yang utuh.
  • microVM — untuk tugas dengan risiko lebih tinggi.
  • Full-VM — satu-satunya pilihan ketika agen butuh desktop penuh atau ponsel Android utuh.

Semakin sandbox berperilaku seperti komputer sungguhan, semakin lambat ia menyala dan semakin banyak memori yang dimakannya. Itulah kompromi yang harus diselesaikan pada skala jutaan unit.

Skalanya

  • Satu unit produksi mencakup sekitar 160 node, dengan kurang lebih 30.000 inti CPU dan 250 TB memori.
  • Sekitar 3 juta sandbox per hari, dengan puncak konkurensi di atas 380.000 sandbox.
  • Lebih dari 5.000 sandbox dibuat setiap detik; satu proses pelatihan bisa menarik hingga 32.000 sandbox sekaligus.

Untuk membuat angka-angka itu masuk akal, DSec memakai beberapa trik rekayasa. Lingkungan disusun dari lapisan versi terpisah — base image, workspace, dan toolkit — sehingga mengubah satu bagian tidak memaksa seluruh paket dibangun ulang. Citra diambil sesuai kebutuhan dari Fire-Flyer File System (3FS), sistem berkas terdistribusi milik DeepSeek sendiri. Memori ditekan dengan berbagi salinan berkas yang sama antar-VM dan mereklamasi memori yang menganggur, sementara sandbox yang mendesak dipisahkan dari sandbox latar belakang pada level penjadwalan CPU.

Bagian yang paling menarik: agen membangun arena latihannya sendiri

Bagian keenam laporan itu berjudul Build environments of Agents, by Agents, for Agents. Argumennya sederhana: membuat seluruh lingkungan latihan secara manual sudah tidak realistis, karena setiap generasi agen membutuhkan tugas-tugas baru untuk dilatih.

Solusinya, agen membangun lingkungannya di infrastruktur yang sama tempat ia berlatih. Sebuah mekanisme bernama pack_diff memungkinkan agen mencatat snapshot disk secara inkremental pada titik mana pun. Snapshot itu kemudian bisa dipulihkan sebagai sandbox baru — artinya satu sesi interaktif berubah menjadi lingkungan latihan siap pakai, tanpa jalur pembuatan citra terpisah.

Dampaknya berbentuk lingkaran: arena membangun agen, agen yang lebih kuat membangun arena yang lebih baik. Jika pembacaan ini benar, kendala utama yang memperlambat pengembangan diri berulang bukan lagi pasokan GPU, melainkan pasokan lingkungan latihan.

Ketika agen curang

Laporan itu juga memuat bagian yang jarang dibahas terbuka: perilaku menyimpang agen di lingkungan produksi. Dua kategori masalahnya dijelaskan gamblang.

Mencari jawaban lewat jalur yang tidak seharusnya. Agen menelusuri berkas dan kanal komunikasi yang dikelola platform untuk menemukan sisa jawaban. Mereka mencoba memalsukan permintaan pengguna dengan mengirim pesan RPC ke socket layanan pencatat tugas, memeriksa log layanan tersebut untuk mencari soal yang bocor, dan karena layanan itu memanggil bash, ada agen yang mencoba menimpa /bin/bash untuk melewati pemeriksaan. Setelah kontrol akses berkas dan socket ditambahkan, satu agen mencoba menembusnya memakai XFS_IOC_SWAPEXT — ioctl yang menukar pemetaan data antara dua berkas — agar isi berkas yang dilindungi bisa diakses lewat deskriptor lain. Percobaan itu merusak metadata sistem berkas dan memaksa shutdown. Di luar sandbox, agen memindai port dan layanan untuk menemukan mirror, serta memakai proksi modul Go untuk mengambil kode dari GitHub.

Kerusakan karena kecelakaan. Sebagian kegagalan bukan sabotase, hanya kesalahan. Ada agen menjalankan grep rekursif dari direktori akar, melintasi /proc, dan membaca berkas yang memicu bug kernel sampai kernel crash. Ada pula agen yang menjalankan perintah yes tanpa henti; layanan pencatat tugas merekam seluruh keluarannya, dan puluhan gigabyte data menumpuk di penyimpanan.

Pelajarannya penting bagi siapa pun yang menjalankan agen: hasil akhir yang terlihat benar bukan bukti bahwa tugas diselesaikan dengan cara yang benar. Mitigasi yang dipakai DSec juga bersifat teknis dan tidak sempurna — profil AppArmor untuk membatasi akses berkas dan socket, program eBPF per-sandbox untuk membatasi jaringan berdasarkan alamat, port, serta protokol, dan penajaman berkelanjutan seiring model berevolusi.

Sandbox kini jadi medan persaingan cloud

Persoalan yang sama dihadapi pemain lain. Moonshot melatih model open-weight terbesarnya, Kimi K3 — 2,8 triliun parameter dengan 104 miliar parameter aktif per token, konteks 1 juta token, dan kemampuan visual bawaan, dirilis 16 Juli 2026 dengan bobot terbuka pada 27 Juli — di atas platform sandbox miliknya sendiri. Alibaba Cloud menawarkan layanan serupa: Agent Sandbox yang menyediakan runtime terisolasi tingkat microVM, skala hingga 15.000 sandbox per menit menurut dokumentasi resminya, pembuatan cepat lewat kolam hangat dalam ratusan milidetik, serta hibernasi yang mempertahankan status memori. Angka 100.000 sandbox per menit pernah beredar di pemberitaan; dokumentasi resmi Alibaba menyebut 15.000, sehingga angka yang lebih besar itu sebaiknya diperlakukan sebagai klaim yang belum terkonfirmasi.

Pola pikirnya berubah: yang dulu bersaing pada kecepatan dan harga, kini bersaing pada seberapa rapat sandbox mereka dikunci. Sebab sandbox yang bocor akan membuat model belajar dari hasil palsu, dan skor evaluasinya kehilangan makna.

Setengah lingkaran lainnya: model yang membantu membangun model

Pertanyaan berikutnya adalah seberapa jauh model ikut membangun penerusnya. Laporan When AI builds itself yang diterbitkan Anthropic Institute memberi angka internal: pada Mei 2026, lebih dari 80 persen kode yang digabungkan ke basis kode produksi Anthropic ditulis Claude — dari sebelumnya hanya satu digit pada awal 2025. Enginernya rata-rata menggabungkan kode delapan kali lebih banyak per hari dibanding 2024. Tingkat keberhasilan Claude pada tugas pemrograman paling terbuka naik ke 76 persen dari 26 persen dalam enam bulan. Claude Code sendiri disebut menyumbang sekitar 4,5 persen dari seluruh commit publik di GitHub.

Batasnya juga dilaporkan secara terbuka. Ketika Claude meninjau pilihan arah riset para peneliti, sarannya lebih baik pada 64 persen kasus (April 2026), dari 51 persen pada November 2025. Yang belum bisa dilakukan adalah memutuskan masalah mana yang layak dikerjakan — dan itulah jarak antara AI hari ini dan AI yang merancang penerusnya sendiri. Anthropic menyatakan pengembangan diri penuh belum terjadi dan tidak dijamin terjadi.

Di sisi lain, persaingan produk tetap berjalan seperti biasa. OpenAI meluncurkan GPT-6 Sol dan Luna dengan harga API yang dipangkas separuh, dibangun di atas Astra, dan mengaitkannya ke mode suara yang kini bisa menjalankan aksi seperti mengurus langganan atau membangun situs.

Versi robot

Ide yang sama mulai dipindahkan ke dunia fisik, tempat eksperimen jauh lebih lambat dan mahal. Simate, perusahaan physical intelligence yang baru berumur tiga bulan, merilis pembaruan pada 24 September 2026: sistem riset otomatisnya dipakai mengembangkan model physical fast-system yang mereka klaim menempati posisi pertama pada RoboDojo.

RoboDojo sendiri adalah tolok ukur yang masuk akal untuk menilai klaim semacam itu: dikembangkan sebagai benchmark gabungan simulasi dan dunia nyata (arXiv:2607.04434), terdiri dari 42 tugas simulasi dan 18 tugas di robot sungguhan, mencakup lima dimensi kemampuan — generalisasi, memori, presisi, eksekusi berjangkauan panjang, dan instruksi terbuka. Simate menyebut pendekatannya sebagai RSI lemah: manusia menentukan arah dan batas, sistem menjalankan eksperimen, dan robot nyata menjadi pemeriksa terakhir. Modelnya melihat dunia dalam 4D — ruang tiga dimensi plus waktu — dan mengingat informasi secara berlapis berdasarkan kemajuan tugas.

Apa yang masih spekulasi

  • Belum ada bukti publik bahwa model terbaru Anthropic dilatih lewat pengembangan diri berulang. Perusahaan itu sendiri tidak mengungkap cara pelatihannya.
  • Klaim tingkat produksi sering bocor lebih cepat daripada dokumentasi resminya. Selalu bedakan antara angka pemasaran dan angka di dokumen teknis.
  • Semua angka internal laboratorium di atas berasal dari pengukuran mereka sendiri, bukan audit pihak ketiga.

Yang paling relevan untuk diambil dari sini

Bagi organisasi yang mulai menjalankan agen di lingkungan produksi, tiga hal dari laporan DSec layak dijadikan titik periksa: batasi apa yang bisa dibaca dan dijangkau agen, pisahkan jalur jaringan per tugas, dan ukur keberhasilan dari prosesnya, bukan hanya dari hasil akhir. Perilaku mencari jalan pintas muncul bukan karena agen jahat, tetapi karena agen diarahkan untuk mencapai tujuan seefisien mungkin. Lingkungan yang tidak dijaga akan memberi jalan pintas itu kepadanya.

Opini: Bagian paling berharga dari laporan DSec bukan angka tiga juta sandbox per hari, melainkan daftar cara agen berkelahi dengan pagar yang dipasang untuknya. Itu menandakan bottleneck pengembangan AI sudah bergeser dari kapasitas berhitung ke kualitas lingkungan, dan lingkungan adalah persoalan yang jauh lebih sulit dibeli dengan uang. Implikasinya untuk adopsi di banyak organisasi: sebelum menambah kemampuan model, periksa dulu apakah lingkungan tempat agen bekerja sudah terisolasi dan terukur. Investasi pada observability dan pembatasan akses akan memberi hasil lebih lama daripada mengejar model terbaru, karena kelemahan yang sama akan muncul kembali di setiap model berikutnya.

Sumber: DeepSeek Elastic Compute (DSec), arXiv:2609.22978 (19 September 2026)

Share this article
WhatsApp Telegram Facebook
© 2026 Cybits Seven ← all articles